Digital clock

Senin, 01 Juli 2013

Sebuah Puisi...atau apalah

"Aku senang ketika melihat dia tersenyum
Ketika dia berlari mengejar angin
Bercanda bersama bayang-bayangnya
Menyambut mentari dan wanginya pagi
Dia tertawa
Manis dan bahagia
Ingin kugapai wajahnya
Mengacak rambutnya
Membelai wajahnya
Dan ketika bukit itu meredup
Bayang-bayang mengabur
Dia tetap disana
Menyambutku dengan tangan terentang
Merengkuhku dalam dekapnya
Kuhirup harum nafasnya
Kutatap temaramnya senja
Lalu kami duduk bersama
Membicarakan hidup, cinta dan segalanya
Lalu kami akan tertawa
Bersama...
Selamanya..."

Puisi ini kubuat pada 13 Desember 2006. Wow, six years gone fast. Ini adalah puisi favoritku sepanjang masa. Meski sudah bilangan tahun berlalu, aku masih bisa membayangkan bukit itu sama seperti saat aku menuliskannya. Aku selalu membayangkan perbukitan indah, dengan rumput harum yang menghijau dan rumpun-rumpun bunga aneka warna. Juga rumpun-rumpun stroberi yang menggerombol. Aku selalu suka pemandangan matahari terbit dan matahari terbenam. Di perbukitan yang luas dan indah, mungkin dengan kincir angin ( seperti yang biasa kulihat di halaman depan buku tulis) atau pepohonan berdaun lebat mirip brokoli. I wonder if someday I will be in such place...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar